Dampak Merokok ( berbagai sumber )

DAMPAK MEROKOK BAGI GENERASI MUDA
A.PENDAHULUAN
Sebagaimana kita ketahui bahaya merokok dampaknya sangatlah besar bagi generasi muda.Mulai dari kesehatan , konsentrasi pada belajar kita dapat terganggu /juga bias mengganggu perekonomian .Nah, apalagi bila seorang kaum wanita mengkonsumsi rokok .Jelas itu akan mengganggu aktivitas rahim seorang wanita.Apabila itu terjadi akibatnya sangatlah fatal , ya kemungkinan bias mandul ,terus bias hamil tapi 2 ,3, 4 bulan kandungannya keguguran .Ya semacam itulah dampak rokok .Nah, saking bahayanya rokok ini diperbincangkan oleh pemerintah apakah boleh terus di produksikan/diberhentikan pengeluarannya .Tapi bila kita piker-pikir kalau pemberhentian itu terjadi maka jumlah pengangguran di Indonesia akan semakin bertambah karena pekerja yang memproduksi rokok akan kehilangan pekerjaannya .Nah ,apabila tidak di berhentikan produksinya, generasi muda yang sebagai penerus bangsa juga akan terus menerus memproduksi rokok.Nah, apabila sudah kecanduan seseorang akan melakukan apa saja untuk mendapatkan yang diinginkannya itu . Bisa juga dia akan melakukan hal yang negatif seperti mencuri, nyopet/memalak , ya apa sajalah demi dia mendapatkan barang tersebut.Nah kalau dia sampai melakukan hal negatif itu,itu akan merusak moral generasi muda kita.Bila pekerjaan itu dilakukannya terus-menerus hal itu sangat mempengaruhi hati, pikiran, dan jiwanya .Kenapa saya berkata seperti itu ,sekarang coba kita pikirkan bila seseorang mencuri, nyopet atau memalak tujuannya hanya ingin mengkonsumsi rokok karena saking kecanduannya.Dia pasti akan memakai secara kekerasan .Nah ,misalnya dia tidak mendapatkan uang untuk memenuhi keinginannya, lama-kelamaan sikap egois itu akan muncul dari diri orang tersebut .Dia akan bertindak seegois-egoisnya, nah jiwanya itupun akan kacau.Bila sudah seperti itu pasti pikirannya kalang kabut.Apabila sudah seperti itu dia bias menjadi stress, murung sendiri, marah-marah sendiri seperti orang gila/tidak waras.Nah, hal semacam ini harus diperhatikan .Misalnya dari orang tua. Orang tua ini harus menasehati anaknya/melarang anaknya mengkonsumsi barang tersebut.Seperti kejadian anak berumur 2/3 tahun yang saya lihat di tv.Dia sudah merokok dari kecil .Nah, kebiasaan itu akan terbawa dari kecil , apabila didiamkan terus menerus akan kebawa-bawa sampai anak itu besar/dewasa. Alangkah baiknya orang tua menterapi anaknya/melakukan apa sajalah untuk anaknya agar bias menjauhi kebiasaannya itu. Nah, bagi kita yang belum mengkonsumsi barang tersebut. Janganlah sekali-kali mencicipi/mencobanya .Karena apabila kita kecanduan itu dapat merusak diri kita sendiri .

B.ANALISA DAN DAMPAK-DAMPAK
1.DARI SEGI KESEHATAN
Meski semua orang menanggapi kalau merokok itu berbahay a.Tapi perilaku merokok tersebut tidak pernah surut dari kebiasaan masyarakat Indonesia malahan jumlah perokok di Indonesia semakin bertambah. Kesepakatan masyarakat Dunia untuk membuat Perjanjian Internasional dalam pengendalian rokok yang dimulai oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO)secara sistematik sejak tahun 1999 perumusannya selesai pada tahun 2003.Indonesia merupakan Negara yang aktif memberikan sumbangan pikiran yang melahirkan FrameWork Convention on Tobacco Control (FCTC).Namun Indonesia tidak bersedia untuk mentandatangani pada tahun 2003 karena pemerintah menganggap Indonesia belum siap.
Menurut Framework Convention on Tobacco Control (FCTC)-WHO, produk tembakau adalah produk yang dibuat dengan menggunakan seluruh atau sebagian dari daun tembakau sebagai bahan dasar yang diproduksi untuk digunakan sebagai rokok yang dikonsumsi dengan cara dihisap, dikunyah, atau disedot. Produk tembakau ksususnya rokok dapat berbentuk sigaret, kretek, cerutu, lintingan, menggunakan pipa, tembakau yang disedot, dan tembakau tanpa asap.
Dalam asap rokok terdapat 4000 zat kimia yang berbahaya untuk kesehatan, dua diantaranya adalah Nikotin yang bersifat Adiktif dan tar yang bersifat karsinogenik ,Racun dan karsinogen yang timbul akibat pembakaran tembakau dapat memicu terjadinya kanker. Pada awalnya rokok mengandung 8-20 mg nikotin dan setelah dibakar nikotin yang masuk ke dalam sirkulasi darah hanya 25%.Walau demikian jumlah kecil tersebut memiliki waktu hanya 15 detik untuk sampai ke otak manusia.
Nikotin diterima oleh reseptor asetilkolin-nikotinik yang kemudian terbagi ke jalur imbalan dan jalur adrenergik. Pada jalur imbalan, perokok akan merasa nikmat, memacu sistem dopaminergik. Hasilnya perokok akan merasa lebih tenang, daya pikir serasa lebih cemerlang, dan mampu menekan rasa lapar. Sementara di jalur adrenergik, zat ini akan mengaktifkan sistem adrenergik pada bagian otak lokus seruleus yang mengeluarkan sorotin. Meningkatnya sorotin menimbulkan rangsangan rasa senang sekaligus keinginan mencari rokok lagi. (Agnes Tineke, Kompas Minggu 5 Mei 2002 : 22). Hal inilah yang menyebabkan perokok sangat sulit meninggalkan rokok, karena sudah ketergantungan pada nikotin.
Efek dari rokok/tembakau memberi stomulasi depresi ringan, gangguan daya tangkap, alam perasaan, alam pikiran, tingkah laku dan fungsi psikomotor. Jika dibandingkan zat-zat adiktif lainnya rokok sangatlah rendah pengaruhnya, maka ketergantungan pada rokok tidak begitu dianggap gawat (Roan, Ilmu kedokteran jiwa, Psikiatri, 1979 : 33)
Beberapa risiko kesehatan bagi perokok berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional tahun 2004 antara lain :
– Di Indonesia rokok menyebabkan 9,8% kematian karena penyakit paru kronik dan
emfisima pada tahun 2001.
-Rokok merupakan penyebab dari sekitar 5 % stroke di Indonesia.
– Wanita yang merokok mungkin mengalami penurunan atau penundaan kemampuan
hamil, pada pria meningkatkan risiko impotensi sebesar 50%.
– Ibu hamil yang merokok selama masa kehamilan ataupun terkena asap rokok dirumah
atau di lingkungannya beresiko mengalami proses kelahiran yang bermasalah.
– Seorang bukan perokok yang menikah dengan perokok mempunyai risiko kanker paru
sebesar 20-30% lebih tinggi daripada mereka yang pasangannya bukan perokok dan
juga risiko mendapatkan penyakit jantung.
– Lebih dari 43 juta anak Indonesia berusia 0-14 tahun tinggal dengan perokok di
lingkungannya mengalami pertumbuhan paru yang lambat, dan lebih mudah terkena
infeksi saluran pernafasan, infeksi telinga dan asma.
Disamping itu beberapa penyakit akibat merokok menurut Badan POM RI antara lain:
•Penyakit jantung dan stroke.
Satu dari tiga kematian di dunia berhubungan dengan penyakit jantung dan stroke.
Kedua penyakit tersebut dapat menyebabkan “sudden death” ( kematian mendadak).
•Kanker paru.
Satu dari sepuluh perokok berat akan menderita penyakit kanker paru. Pada
beberapa kasus dapat berakibat fatal dan menyebabkan kematian, karena sulit
dideteksi secara dini. Penyebaran dapat terjadi dengan cepat ke hepar, tulang dan
otak.
•Kanker mulut.
Merokok dapat menyebabkan kanker mulut, kerusakan gigi dan penyakit gusi.
•Osteoporosis.Karbonmonoksida dalam asap rokok dapat mengurangi daya angkut
oksigen darah perokok sebesar 15%, mengakibatkan kerapuhan tulang sehingga
lebih mudah patah dan membutuhkan waktu 80% lebih lama untuk penyembuhan.
Perokok juga lebih mudah menderita sakit tulang belakang.
•Katarak.Merokok dapat menyebabkan gangguan pada mata. Perokok mempunyai
risiko 50% lebih tinggi terkena katarak, bahkan bisa menyebabkan kebutaan.
•Psoriasis.Perokok 2-3 kali lebih sering terkena psoriasis yaitu proses inflamasi kulit
tidak menular yang terasa gatal, dan meninggalkan guratan merah pada seluruh
tubuh.
•Kerontokan rambut.Merokok menurunkan sistem kekebalan, tubuh lebih mudah
terserang penyakit seperti lupus erimatosus yang menyebabkan kerontokan rambut,
ulserasi pada mulut, kemerahan pada wajah, kulit kepala dan tangan.
•Dampak merokok pada kehamilan.
Merokok selama kehamilan menyebabkan pertumbuhan janin lambat dan dapat
meningkatkan risiko Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Risiko keguguran pada
wanita perokok 2-3 kali lebih sering karena Karbon Monoksida dalam asap rokok
dapat menurunkan kadar oksigen.
•Impotensi.Merokok dapat menyebabkan penurunan seksual karena aliran darah ke
penis berkurang sehingga tidak terjadi ereksi.
Menurut Silvan Tomkins (dalam Al Bachri,1991) ada 4 tipe perilaku merokok berdasarkan Management of affect theory, keempat tipe tersebut adalah :
1. Tipe perokok yang dipengaruhi oleh perasaan positif. Dengan merokok seseorang merasakan penambahan rasa yang positif. Green (dalam Psychological Factor in Smoking, 1978) menambahkan 3 sub tipe ini :
a. Pleasure relaxation, perilaku merokok hanya untuk menambah atau meningkatkan kenikmatan yang sudah didapat, misalnya merokok setelah minum kopi atau makan.
b. Stimulation to pik them up. Perilaku merokok hanya dilakukan sekedarnya untuk menyenangkan perasaan.
c. Pleasure of handling the cigarette. Kenikmatan yang diperoleh dengan memegang rokok, misalnya merokok dengan pipa.
2. Perilaku merokok yang dipengaruhi oleh perasaan negatif. Banyak orang menggunakan rokok untuk mengurangi perasaan negatif, misalnya bila marah, cemas ataupun gelisah, rokok dianggap sebagai penyelamat.
3. Perilaku merokok yang adiktif. Oleh Green disebut sebagai psychological addiction. Bagi yang sudah adiksi, akan menambah dosis rokok yang digunakan setiap saat setelah efek dari rokok yang dihisapnya berkurang. Mereka umumnya akan pergi keluar rumah membeli rokok, walau tengah malam sekalipun.
4. Perilaku merokok yang sudah menjadi kebiasaan. Mereka menggunakan rokok sama sekali bukan karena untuk mengendalikan perasaan mereka, tetapi karena benar-benar sudah kebiasaan rutin. Pada tipe orang seperti ini merokok merupakan suatu perilaku yang bersifat otomatis.
Tempat merokok juga mencerminkan perilaku si perokok, yang dapat digolongkan atas :
1. Merokok di tempat umum.
– Kelompok homogen (sama-sama perokok), secara bergerombol mereka menikmati kebiasaannya. Umumnya masih menghargai orang lain, karena itu mereka menempatkan diri di smoking area.
– Kelompok yang heterogen (merokok di tengah orang lain yang tidak merokok). Pada tipe ini tergolong sebagai orang yang tidak berperasaan, kurang etis dan tidak mempunyai tata krama, bertindak kurang terpuji serta kurang sopan.
2. Merokok di tempat yang bersifat pribadi
– Di kantor atau di kamar tidur pribadi. Pada tipe ini individu tergolong kurang menjaga kebersihan diri, penuh dengan rasa gelisah yang mencekam.
– Di toilet. Perokok jenis ini dapat digolongkan sebagai orang yang suka berfantasi.
Menurut Sarlito Wirawan Sarwono (Psikologi Lingkungan,1992) orang-orang yang merokok tidak mau menghentikan kebiasaannya karena beberapa alasan, antara lain :
– Faktor kenikmatan (kecanduan nikotin).
– Status ( simbol kelaki-lakian).
– Mengakrabkan hubungan sosial sesama perokok.
Pengendalian masalah rokok sebenarnya telah diupayakan diantaranya melalui penetapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dibeberapa tatanan dan sebagian wilayah Jakarta, Kota Bogor, Kota Cirebon dan sebagainya.Begitu juga beberapa lintas sektor seperti Departemen Perhubungan dengan menetapkan penerbangan pesawat menjadi penerbangan tanpa asap rokok, Departemen Pendidikan Nasional menetapkan sekolah menjadi kawasan tanpa rokok, serta beberapa Pemda yang menyatakan tempat kerja sebagai kawasan tanpa asap rokok.
Tujuan umum dari Kawasan Tanpa Rokok adalah menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat rokok. Sedangkan tujuan khusus penetapan Kawasan Tanpa Rokok adalah :
– Mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, aman, dan nyaman.
– Memberikan perlindungan bagi masyarakat bukan perokok.
– Menurunkan angka perokok.
– Mencegah perokok pemula.
– Melindungi generasi muda dari penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA).
Disamping itu, manfaat penetapan Kawasan Tanpa Rokok adalah :
– Bermartabat, yakni menghargai dan melindungi hak asasi bukan perokok.
– Ekonomis :
– Meningkatkan produktivitas.
– Mengurangi beban biaya hidup.
– Menurunkan angka kesakitan.
– Menciptakan tempat umum, sarana kesehatan, tempat kerja, institusi pendidikan, arena kegiatan anak-anak, tempat ibadah dan angkutan umum yang sehat, aman dan nyaman.
Rendahnya kesadaran masyarakat tentang bahaya rokok menjadi alasan sulitnya penetapan Kawasan Tanpa Rokok yang ditunjukkan dengan keadaan hampir 70% perokok di Indonesia mulai merokok sebelum umur 19 tahun. Bahkan data Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional) 200 meyebutkan usia 8 tahun sudah mulai merokok.
Pernahkah anda membayangkan bahwa kandungan zat kimia yang terdapat didalam sebatang rokok itu berjumlah tiga ribu macam menurut Terry dan Horn. Tetapi hanya tujuh ratus macam zat saja yang dikenal.
Disini ada 15 macam zat berbahaya yang bisa anda ketahui yaitu :
ACROLEIN ; zat berbentuk cair tidak berwarna diperoleh dengan mengambil cairan dari glyceril atau dengan mengeringkannya. Pada dasarnya zat ini mengandung alkohol yang pasti sangat mengganggu kesehatan.
KARBON MONOXIDA ; gas yang tidak berbau. Zat ini dihasilkan dari pembakaran yang tidak sempurna dari unsur zat karbon. Jika karbon monoxida ini masuk ke dalam tubuh dan dibawa oleh hemoglobin ke dalam otot-otot tubuh. Satu molekul hemoglobin dapat membawa empat molekul oksigen. Apabila didalam hemoglobin itu terdapat karbon monoxida, berakibat seseorang akan kekurangan oksigen.
NIKOTIN ; cairan berminyak tidak berwarna. Zat ini bisa menghambat rasa lapar. Jadi menyebabkan seseorang merasa tidak lapar karena mengisap rokok.
AMMONIA ; gas yang tidak berwarna, terdiri dari nitrogen dan hidrogen. Memiliki bau yang sangat tajam dan merangsang. Zat ini sangat cepat memasuki sel-sel tubuh dan kalau disuntikkan sedikit saja pada aliran darah akan membuat pingsan atau koma.
FORMIC ACID ; cairan tidak berwarna, tajam baunya, bisa bergerak bebas dan dapat membuat lepuh.
HYDROGEN CYANIDE ; gas tidak berwarna, tidak berbau dan tidak ada rasa. Zat ini paling ringan dan mudah terbakar. Cyanide mengandung racun berbahaya dan jika dimasukkan langsung ke dalam tubuh akan berakibat kematian.
NITROUS OXIDE ; gas tidak berwarna dan jika diisap dapat menyebabkan hilangnya pertimbangan dan membuat rasa sakit. Zat ini awalnya adalah untuk zat pembius pada saat operasi.
FORMALDEHYDE ; gas tidak berwarna dan berbau tajam. Gas ini bersifat pengawet dan pembasmi hama.
PHENOL ; zat ini terdiri dari campuran kristal yang dihasilkan dari distilasi zat-zat organik misalnya kayu dan arang. Phenol bisa terikat didalam protein dan menghalangi kerja enzyme.
ACETOL ; zat ini adalah hasil dari pemanasan aldehyde dan menguap dengan alkohol.
HYDROGEN SULFIDE ; gas yang mudah terbakar dan berbau keras. Zat ini menghalangi oxidasi enxym (zat besi berisi pigmen).
PYRIDINE ; cairan tidak berwarna dan berbau tajam. Zat ini mampu mengubah alkohol sebagai pelarut dan pembunuh hama.
METHYL CHLORIDE : merupakan campuran zat-zat bervalensa satu atas mana hidrogen dan karbon sebagai unsur utama. Zat ini merupakan compound organis yang sangat beracun dan uapnya bersifat sama dengan pembius.
METHANOL ; cairan ringan yang mudah menguap dan terbakar. Jika diminum dan diisap dapat berakibat pada kebutaan dan kematian.
TAR ; cairan kental berwarna coklat tua atau hitam didapatkan dengan cara distilasi kayu dan arang juga dari getah tembakau. Zat inilah yang menyebabkan kanker paru-paru.
Setelah mengetahui 15 Kandungan Zat Berbahaya dari 700 zat dalam Rokok ada baiknya bagi perokok untuk segera mempertimbangkan untuk berhenti merokok . Tentunya anda dapat mempertimbangkan betapa ruginya anda mengonsumsi 700 Zat Berbahaya dalam setiap hisapan rokok kita.
Mari kita cegah penyakit dari Rokok dengan tidak mengonsumsi Rokok tersebut , karena sangat merugikan.
Mengapa orang merokok ?
1.Faktor genetik ( Keturunan).
2.Faktor kepribadian (personality) =Memandang diri kurang sukses
3. Faktor Sosial: Yang paling berpengaruh adalah jumlah temanteman yang merokok.
4. Faktor kejiwaan (psikodinamik). Kehilangan kenikmatan oral yang dini atau adanya suatu rasa rendah diri. Mereka yang mudah berhenti merokok ternyata disapih pada usia sekitar 7-8 bulan, sedangkan yang sukar berhenti, dahulu disapih pada usia sekitar 4,7 bulan.
5 Faktor sensorimotorik. = Menikmati sensasi merokok.
6. Faktor farmakologis. Nikotinlah yang menjadi biang keladi utamanya

2.DARI SEGI PEREKONOMIAN.
Dalam sepuluh tahun terakhir, konsumsi rokok di Indonesia mengalami peningkatan sebesar 44,1% dan jumlah perokok mencapai 70% penduduk Indonesia. Yang lebih menyedihkan lagi, 60% di antara rokok
adalah kelompok berpenghasilan rendah (Susenas 1995 dan 2001).
Parahnya lagi, hampir seluruh perokok atau 91,8%, mereka juga merokok di rumah ketika seluruh anggota keluarganya berada di rumah.
Dibawah ini adalah 5 negara yang mengkonsumsi batang rokok setiap tahunnya :
1.RRC mengkonsumsi 1.679 miliar batang/tahun.
2.AS mengkonsumsi 480 miliar/tahun
3.Jepang mengkonsumsi 230 miliar/tahun
4.Rusia mengkonsumsi 230 miliar/tahun.
5.Indonesia mengkonsumsi 199 miliar/tahun.
Bila kita analisis misalnya didalam sebuah keluarga yang sederhana pendapatannya rata-rata di bawah 1.000.000,00 andai salah satu anggota keluarga mereka mengkonsumsi rokok dalam sehari mampu menghabiskan 3 bungkus rokok perhari ,itupun berulang setiap hari.Maka berapa uang yang di keluarkannya selama 1 bulan ?. Penyelesaiannya mari kita hitung..
Misalnya : Harga 1 bungkus rokok = 10.000,00
Mengkonsumsi rokok dalam 1 Bulan = 30 hari
Kalikan saja = 30 x 10.000 = 300.000,00/bulan
Nah, apabila si perokok mengkonsumsi selama 1 tahun berarti biaya yang ia keluarkan adalah Rp.3.700.000 . Maka kesimpulannya si perokok telah menyia-nyiakan uang sejumlah 3.700.000,00 hanya untuk membeli rokok. Ini sangat berpengaruh kepada perekonomian keluarganya.

C.SOLUSI
Adapun solusi atau jalan keluar dari persoalan diatas menurut pemikiran penulis adalah sebagai berikut :
1.Meningkatkan pemahaman tentang betapa bahayanya merokok serta peningkatan kualitas pendidikan keluarga tentang pengaruhnya merokok terhadap ekonomi keluarga seperti berkurangnya pendapatan keluarga karena sebagian pendapatannya lari pada biaya untuk membeli rokok.
2.Meningkatkan pemahaman tentang bahaya merokok melalui pendidikan sekolah sepertiPembuatan peraturan bagi warga sekolah yang merokok akan diberikan sanksi dan hukuman agar kebiasaan merokok tersebut tidak menjadi budaya dalam sekolah tersebut.
3.Meningkatkan pemahaman tentang bahayanya merokok melalui pendidikan masyarakat Seperti contohnya melarang merokok sembarang tempat dan berpengaruhnya terhadap lingkungan secara global , karena saat ini hampir diseluruh Negara sedang mengkampanyekan bumi tanpa asap . Analisanya bila 1000.000 orang merokok berarti dapat dibayangkan kalau atmosfer bumi akan semakin menipis, itupun akan mengurangi fungsi atmosfer untuk melindungi bumi dari sinar ultraviolet yang berbahaya jika terkena manusia secara langsung.

KESIMPULAN
1. Bahaya merokok berdampak sangat besar yaitu mulai dari segi kesehatan, perekonomian. Apalagi pada kalangan generasi muda yang saat ini sudah membiasakan diri untuk merokok. Saat ini pemerintah memperbincangkan apa boleh rokok bisa diproduksikan atau diberhentikan pengeluarannya. Tapi apabila di berhentikan berarti Indonesia akan bertambah jumlah pengangguran bila dibalikkan kalau produksi rokok terus menerus di keluarkan maka jumlah perokok pun akan semakin bertambah.

2. Pada tahun 2003 Indonesia ditawarkan untuk mentanda tangani Perjanjian Internasional dalam pengendalian rokok di WHO tapi Indonesia tidak bersedia karena pemerintah menganggap Indonesia belum siap.
3. Kampanye hari tanpa rokok harus dimulai dari diri sendiri dan lingkungan keluarga karena kebiasaan merokok dapat berbahaya bagi kesehatan dan sangat berpengaruh terhadap perekonomian keluarga.
4. Lembaga pendidikan merupakan jalan pintas untuk menegakkan kedisiplinan terhadap budaya anti rokok serta memberikan sangsi yang tegas terhadap warga sekolah sehingga akan terbentuk budaya yang positif dalam lingkungan sekolah untuk menghindari kebiasaan merokok baik pada guru maupun siswa.

PENUTUP
Demikianlah tulisan ini saya susun dengan sederhana sesuai dengan keterbatasan pengetahuan yang saya miliki. Semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca. Kritik dan Saran penulis sangat harapkan.Semoga Allah melindungi kita. Amin…..

Sumber : berbagai info

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s