Arti Sahabat

 

 

 

“Ha….ha..ha… “. Terdengar   derai tawa  sekelompok  sahabat  yang   

memasuki   gerbang  sekolah . Mereka  selalu  bersama  dan damai.  Mereka  bernama   Dea, Arin, Dinda, Ais,angel  dan Karin.  Tetapi  dalam  keceriaan  itu  Dinda  terlihat  murung  dan  sedih, Ais  yang melihat sahabatnya tersebut  langsung heran  sebab Dinda  jarang seperti ini  .Apakah  sahabatnya  tersebut  ada  masalah…???.Aispun tidak  berani   menanyakannya  sekarang sebab ia tidak  mau  melihat   sahabatnya itu  bertambah  sedih.

Pada  pelajaran pertama  Ais  selalu memperhatikan Dinda .Kesedihannya  terlihat sekali,  tatap  matanya kosong.Ais  semakin gelisah  ,ia ingin  tahu apa gerangan yang terjadi pada sobat  yang ia sayangi  itu. Ais pun  menanyakan pada teman-temannya  apa mereka  melihat perubahan pada  sahabat mereka  Dinda.  Semua  sahabatnya  mengangguk.Dea  teman sebangku  Dinda  memang  sedih melihat sahabatnya tersebut  padahal   mereka  selalu bercanda  .Dinda  memang seorang sahabat  yang  humoris  bagi  teman-temannya  ,ia  selalu  membuat  tingkah  yang lucu dan menggemaskan.

Pada jam  istirahat  mereka sepakat menanyakan  masalah apa  yang sedang  di alami Dinda. Dengan langkah  berat  mereka menuju  tempat bangku  Dinda , lalu  Ais  duduk  di dekatnya  .Tapi mulut Ais berat  untuk mengatakan  satu  katapun ,sebab  ia  takut  dengan  ucapannya  hati Dinda semakin  sedih.  “Din… kita  boleh  nanya sesuatu nggak..????? “.dengan  hati-hati  Ais berkata. Dinda  menoleh  dengan muka  lesu  lalu mengangguk.  “ kenapa  hari-hari terakhir  ini  kamu  selalu  merenung  dan sedih,  apa  kamu punya  masalah..??.kalau  kamu punya masalah , kamu  bisa  cerita  sama  kita  siapa tau  kita bisa bantu “.kata  Ais  lalu  melihat  teman-temannya.  Dari mata  Dinda  keluar  barisan  Air  yang  menggambarkan kesedihannya.”Din  ..kamu  nggak boleh nangis,  kamu  pasti bisa  menyelesaikan  masalah itu,  ayo,  ceritakan  ke kami “.ujar  Arin sambil  mengusap  air mata sahabatnya itu.  Air  mata  Dinda  jatuh  lalu  berkata “  Ii..bu..ibuku  lagi  sakii…t di ru..ma..ah  be..liau  nggk  bisa ak..u  bawa  berobat karena  ngg..k  ad..a  biaya “.isak  Dinda.  Mereka sedih  dengan  masalah  Dinda.  “oh..ya , aku  ada sedikit  uang tadi  untuk  pembayaran  baju  olahraga  tapi  nyawa  ibu kamu  lebih berharga  daripada  baju  olahraga itu “.ujar  Ais  sambil   menyodorkan amplop  berisi  uang  50.000,00.  Ais  memang anak  orang  yang  serba  berkecukupan tapi  Ais  tidak  pernah  memandang  temannya  miskin atau  kaya.  Dea, Arin  dan Karin  melakukan hal yang  sama  seperti  Ais, mereka lebih  mementingkan  nyawa  ibu  Dinda  . bagi  mereka  baju  bisa  di beli lain waktu tapi kalau   nyawa  itu  tidak akan bisa  di perjualbelikan.  Mereka lalu memeluk  Dinda  .  “ makasih ya  teman-teman  mungkin  kalau  nggk  ada kalian  aku nggk  tahu  harus  bagaimana “.  Ujar  Dinda  setengah menangis.   “oh ya bagaimana   nanti  pulang  sekolah  kita  antar  sama-sama  ibu  kamu  ke rumah sakit  ,ya  “.Ajak  Dea.   Mereka  semua  mengangguk.

“Tet…tet..tet…”. bel  berbunyi  tiga kali  tanda  pelajaran  berakhir  .Semua  siswa  mulai  memadati  gerbang  sekolah.Mereka  semua  saling  berebutan  jalan. Dea, Arin,  Dinda, Ais  dan  Karin  dengan   langkah  cepat menuju  rumah  Dinda . di  wajah  Dinda  telah ada senyuman  ia  senang mempunyai  sahabat  seperti  mereka ,  mereka  telah menolong ia   untuk  mengobati  ibunya.   Saat  sampai  di  rumah Dinda  langsung memeluk ibunya  dan  berkata  “  bu.. kita  ada  sedikit rejeki  ,mudah-mudahan  cukup  untuk  pembayaran pengobatan  ibu.  Uang-uang  ini  Dinda  dapatkan  dari  sahabat-sahabat  Dinda”.ujar  Dinda. Ibu  Dinda  terlihat  menangis  ia  ingin  mengucapkan  sesuatu  tetapi  tidak  bisa.  “  Din..  lebih baik  kita  terus  bawa  saja ibu  kamu ke  rumah  sakit”.Saran  Ais.  Dengan  di  bantu  oleh  tetangga  Dinda  ,  ibu  Ais  di  gotong  lalu di bawa  dengan  kendaraan  umum.  Sesampai  di  Rumah  Sakit  ibu  Dinda langsung  di  periksa  oleh  dokter  dan  untuk  sementara waktu  Ibu  Dinda  di rawat  sampai  benar-benar  sembuh.

Keesokan  harinya  Dinda  tidak murung  lagi  .mereka  bermain  seperti  dulu  selalu  ada  keceriaan. Sekali-kali  Dinda  bertingkah  lucu.  Dinda  memberikan kabar  pada teman-teman-temannya  bahwa  ibunya  hari ini  keluar  Rumah  sakit  dan lebih membahagiakan  lagi  Ibunya  telah  benar-benar  sembuh. Dea, Arin, Ais, dan  Karin memberikan  selamat  pada  Dinda .Dinda  tidak  lupa  mengucapkan  terima  kasih  dan  ia  tidak akan pernah  lupa  dengan  budi  baik  sahabatnya  itu.  Dan sekarang  Dinda  lebih  paham &  mengerti  apa  “ARTI  SAHABAT”  itu  sesungguhnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s